Ekstrakurikuler adalah
kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar kurikulum
standar. Ekstrakurikuler dilakukan sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum
dibawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat,
dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau diluar minat yang dikembangkan
oleh kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan untuk melengkapi
kegiatan belajar peserta didik.
Rohis kepanjangan dari
Rohani Islam sebagai sub seksi dalam struktur kepengurusan OSIS merupakan
wahana (media) kegiatan keagamaan peserta didik yang beragama Islam. Namun
sejalan dengan perkembangannya, Rohis mampu berdiri sendiri tanpa naungan dari
OSIS. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ekstrakurikuler Rohis merupakan kegiatan
yang menghimpun peserta didik yang beragama Islam dalam rangka pembentukan
karakter siswa menjadi lebih memahami prinsip dirinya, sehingga menjadi peserta
didik yang dibekali dengan pengetahuan agama. Jadi ketika sudah menyelesaikan pendidikanya di tingkat SMA,
mereka sudah mencerminkan akhlak dan budi pekerti yang baik.
Selanjutnya, apa hubungannya
dengan kurikulum 2013? Sebelum mencermati hubungannya mari kita lihat sejenak
kurikulum 2013 ini. Kurikulum 2013 dibangun dan diberlakukan untuk merubah
mindset peserta didik dalam berfikir serta membangun pola pikirnya sesuai fakta
ilmiah dengan menitiberatkan pada pembentukan karakter peserta didik. Dimana Ia
harus mampu memahami (knowing), terampil melaksanakan (doing), dan mengamalkan
(being). Dalam penilaian kurikulum 2013, terdapat penilaian pengetahuan,
keterampilan, sikap (observasi, diri sendiri, antar teman, dan jurnal). Bila
dicermati semua penilaian itu bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik.
Mengapa demikian? Karena output tersebut menyatakan hasil dari sebuah
pembelajaran.
Mengingat kurikulum 2013
yang dibentuk sedemikian rupa untuk mengatasi dan mengembalikan dekadensi moral
bangsa ini, lembaga pendidikan (sekolah) menjadi sasaran utama, karena dinilai
tepat sebagai awal pembentukan karakter peserta didik. Materi yang dimuat dalam
kurikulum 2013 ini tidak akan mampu mencapai tujuan pembelajaran ini tanpa
didukung oleh semua lini. Meskipun seorang pendidik profesional, sarana dan
prasarana yang sangat memadai, tapi kalau tidak menanamkan karakter, akan
menghasilkan output yang tidak sesuai dengan harapan. Artinya materi yang diterima
hanya bersifat pengetahuan (kognitif), tanpa ada pengamalan.
Sedangkan kegiatan Rohis
bermuatan apa yang diinginkan oleh Kurikulum 2013. Beberapa kegiatan Rohis yang
dimaksud yaitu mentoring (kajian praktis tentang kehidupan manusia), TBTQ
(Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an), Shalat Zhuhur berjama’ah, Piket membersihkan
Mushalla, Mabit (Malam bina iman dan taqwa), PaRam (Paket Ramadhan),Rihlah, dan kegiatan Rohis Lainnya.
Seluruh kegiatan tersebut bermuatan pembentukan karakter.
Pembentukan karakter bukan
semata-mata sebagai pelaksanaan kegiatan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut
menjadi sebuah pengalaman belajar sehingga tertanam mindset yang religius.
Sebagai upaya agar penyelenggaraan program ekstrakurikuler berjalan efektif dan
efisien sesuai harapan, harus dikelola secara terintegrasi dan berkesinambungan
dengan kegiatan intrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang ada di sekolah. Karena
Rohis merupakan integrasi dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti. Mata pelajaran ini hanya tiga jam perminggu, maka tidak akan
mampu mendalami materi tersebut.
Kegiatan Rohis sangat
memberikan kontribusi positif terhadap mindset peserta didik, namun kesadaran
untuk bergabung dengan Rohis masih sangat rendah dibandingkan dengan persentase
peserta didik yang beragama Islam. Karena bagi peserta didik yang bergabung
dengan Rohis tidak ada istilah paksaan, jadi setiap yang ingin menjadi anggota
Rohis memang merupakan hati nurani.
Demikian pentingnya
mengatasi kemerosotan moral bangsa
ini, sehingga semua lini harus memikirkan, baik
itu pemerintah, kalangan pendidik, permerhati pendidikan, masyarakat,
lingkungan dan yang sangat berperan penting adalah orangtua. Orangtua memiliki
waktu yang lebih banyak bersama dengan anaknya, sehingga pengaruh-pengaruh yang
datang dari orangtua bisa dijadikan sebagai tameng dalam pendidikan.
Sebagai close statement bahwa Rohis sangat
terintegrasi dengan Kurikulum 2013 dalam pembentukan karakter, namun sangat
diperlukan perhatian pemerintah terutama Kementerian Agama dan Kementerian
Pendidikan Nasional untuk menjadikan program unggulan berinovasi, terintegrasi
dan berbudaya Islami.

No comments:
Post a Comment