Assalamualaikum Wr Wb
Jangan
bosen baca yaa..
Semoga
bermafaat untuk saya pribadi, serta saudara/i ku semua..????????
MANAJEMEN
ORGANISASI PARUH WAKTU
Oleh
Maulina Nugraheni
Ketua
Yayasan Neoramdhanz Indonesia
Adakah
yang bisa menebak langsung, apa kiranya organisasi yang sering dijalankan
dengan paruh waktu?
Yap.
Apalagi kalo bukan organisasi yang kerjaannya menyeru kebaikan.
Orang
bilang organisasi dakwah.
Di
situlah kadang saya merasa sedih. Mengapa justru organisasi dakwah dijalankan
dengan paruh waktu?
Padahal
jelas-jelas Allah berfirman:
"Siapakah
yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang menyerah diri?" (Q.S. Fushilat: 33)
Dakwah,
seruan kepada Allah, adalah sebaik-baik perkataan. Masih juga dilakukan di
separuh waktu, separuh waktu sisa.
Lebih
sedih lagi kalo ada yang komen:
"Menyeru
kan bisa kapan aja, di mana aja. Pas ngantor juga bisa sambil dakwah."
Nah!!!
Sambil--kan?
Berarti
yg utama tetep aja ngantor.
Dakwah
tetep aja jadi waktu-waktu sisa. Iya kalo inget. Iya kalo lagi ngga khilaf..
Jaminan
Allah pasti.
Tapi
iman kita masih saja compang-camping.
Janji
Allah itu pasti dipenuhi
Tapi
kita terlanjur banyak apologi
"Afwan
saya nggak bisa kalo full time. Kerjaan saya selalu sampai sore. Nanti saya
nggak amanah"
"Afwan,
duh gimana ya? Bukannya gak mau nerima tawaran amanah ini. Tapi ortu lagi butuh
banyak perhatian. Keluarga juga. Kayaknya belum bisa. Takut nanti kalau rapat
gak bisa dateng."
Bla
bla bla bla
Sakit
tau nggak sih denger banyak alasan gituh.
Belum
juga dijalanin.
Ampun
dah alasannyaaaaaaa panjang bener.
Saat
mengucapkan itu...
Di
mana kiranya Sang Iman?
Dimana
koar-koar kita kalo kita YAKIN akan JANJI Allah.
Tapi
namanya juga manusia.
Pasti
di manapun selalu ada yang jenis begitu.
Belum
apa-apa sudah afwan-afwan-afwan.
Salahmu
ki opo?
Tapi
kalo dikasih iming-iming
"Nggak
musti full time kok. Bantuin aja. Kita cukup rapat sebulan sekali aja."
Atau
"Tenang
aja, rapatnya nggak di malam senin, malam selasa, malam rabu, malam kamis,
malam jumat, malam sabtu, malam ahad."
Nah!
Baru deh syemangats 45 menerima tawaran.
#duh
Di
mana IMAN?
Ah
sudahlah,
Daripada
sakit mikirin beginian, mendingan ngrumusin jalan keluar. Bagaimana kiranya
mengelola sebuah organisasi dakwah yang mau tak mau harus tetap hidup tapi
dngan kondisi semuanya paruh waktu. Em mungkin tak paruh waktu juga sih.
Pengurus
Bulan2an -- cuma semangat di awal kepengurusan dengan syarat yg alamak. Ada tak
adanya ia gak ngaruh buat organisasi. Uh wow....
Pengurus
Bulanan -- hadir sebulan sekali, hanya ketika ada acara aja. Selebihnya entah
ke mana rimbanya.
Pengurus
Harian -- saban hari mikirin organisasi. Hampir setiap detiknya mikir organisasi.
Sampe-sampe mau nggak mau ngerjain dari A sampe Z. Organisasi telah memanggil
cintanya. Dan cinta telah merenggut apa-apa yg dimilikinya. Pikiran, waktu,
tenaga, harta, jiwa, semuanya!!!
Itu
dulu untuk part pertama.
Penyamaan
persepsi tentang organisasi paruh waktu tuh kayak apa yang dinaksud beserta
jenis-jenis pengurusnya.
Sekali
lagi, karena saya gemes luar biasa.
Di
mana IMAN kita ketika seruan dakwah hadir di depan mata kita, tapi kita masih
punya SATU JUTA ALASAN untuk menolaknya?
Itu
baru seruan dakwah. Masih level amar ma'ruf.
Bagaimana
jika yang hadir SERUAN JIHAD?
Jihad
melawan kebathilan, kekafiran?
"Akan
kuatkah kaki yg melangkah
Bila
disapa duri yang menanti
Akan
kaburkah mata yang menatap
Pada
debu yang pasti kan hinggap
Sekeping
hati dibawa berlari
Jauh
melalui jalanan sepi
Jalan
kebenaran indah terbentang di depan matamu para pejuang
Berharap
senang dalam berjuang
Bagai
merindu rembulan di tengah siang
Jalannya
tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya
jauh ujungnya belum tiba"
Bergerak
atau MATI!!!


No comments:
Post a Comment